Sunday, June 15, 2025

Polres Banjarnegara Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-79




Banjarnegara – Polres Banjarnegara menggelar bakti kesehatan donor darah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-79 pada tanggal 1 Juli 2025 mendatang dengan tema " Polri untuk Masyarakat", kegaiatan digelar di Aula Samgraha Marga Rupa Mapolres Banjarnegara, Senin (16/6/2025).

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, SIK, MM mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-79 tingkat Polres.

"Darah ini akan kita sumbangkan melalu PMI Kabupaten Banjarnegara, supaya bisa di manfatkan oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya di Mapolres Banjarnegara.

Ia mengungkapkan, kegiatan donor darah melibatkan petugas dari Si Dokes Polres Banjarnegara dan PMI Kabupaten Banjarnegara, sementara pendonor personel Polres, Polsek jajaran, Kodim 0704 Banjarnegara, perwakilan ormas PSHT dan juga Ibu Bhayangkari.

"Kita lakukan donor darah bersama TNI sebagai wujud sinergi mendukung ketersediaan darah dan membangun kepercayaan publik kepada Polri, agar lebih dekat dan hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan nyata Polri untuk masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum donor darah, para pendonor diperiksa kondisi kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah dan pemeriksaan HB (haemoglobin).

"Sebelum melakukan donor dipastikan dalam keadaan sehat," tuturnya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan langkah menyelamatkan nyawa warga masyararakat yang krisis darah dan menjamin ketersediaan stock opname darah di PMI Banjarnegara.

"Meningkatkan dan menggugah kepedulian personil Polri dan masyarakat kepada sesama," ujarnya.

Selain itu, lanjut AKBP Mariska, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.

"Setiap tetes darah yang disumbangkan, sangat berarti dan menolong warga yang membutuhkan, mudah-mudahan darah yang terkumpul dimanfaatkan oleh PMI untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Banjarnegara,"tandasnya.

Kolaborasi di Ladang Manggis: Polsek Leksono Panen Jagung Bersama KWT

LEKSONO – Di tengah semilir angin perbukitan Wonosobo, semangat gotong royong masih hidup dan berakar kuat. Rabu pagi, 28 Mei 2025, ladang jagung di Dusun Manggis, Desa Manggis, Kecamatan Leksono, tampak lebih semarak dari biasanya. Sejak pukul 09.30 WIB, sekelompok warga tampak berjibaku di lahan pertanian—bukan sekadar bertani, tetapi memanen hasil kerja keras berbulan-bulan: jagung lokal binaan Polri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Polsek Leksono. Dipimpin langsung Kapolsek Leksono IPTU Tahdjudin, panen raya tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Manggis beserta perangkatnya, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Leksono, dan kelompok wanita tani (KWT) "Cendawan Asri".

Jagung-jagung yang dipanen merupakan hasil dari pola tanam kolaboratif antara KWT dan pembinaan berkelanjutan dari aparat kepolisian setempat. Hasil panen diperkirakan mencapai 150 kilogram tongkol jagung—bukan angka fantastis, tetapi sarat makna. "Kami lebih fokus pada kualitas dan keberlanjutan. Ini bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga keberdayaan warga," ujar Kapolsek Tahdjudin di sela kegiatan.

Model pendekatan ini mencerminkan wajah lain dari Polri di tengah masyarakat—sebagai sahabat petani, mitra pembangunan, dan penggerak kemandirian desa. Desa Manggis, yang sebagian besar masyarakatnya mengandalkan sektor pertanian, menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara aparat dan warga bisa menghadirkan keberlanjutan pangan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

Tak hanya soal panen, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang temu dan silaturahmi. Warga, aparat desa, dan petugas kepolisian saling bahu membahu, menyiangi, mengangkut, hingga menjemur jagung. Situasi pun berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Panen ini menjadi catatan kecil namun berarti, bahwa membangun desa tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga lewat kebersamaan dan kemitraan yang tumbuh dari akar rumput.


Panen Raya Jagung di Watumalang: Menjaga Pangan, Menggerakkan Ekonomi Desa

WONOSOBO — Sabtu pagi, 14 Juni 2025, hamparan ladang jagung di Dusun Lengkong Lor, Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, berubah menjadi saksi semangat gotong royong dan ketahanan pangan lokal. Kapolsek Watumalang bersama tiga anggotanya turut ambil bagian dalam panen raya jagung komposit yang digagas oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Jagarasa.

Bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pemilik lahan, Bapak Khusaeni, panen dilakukan di atas lahan seluas 0,125 hektare. Hasilnya tak mengecewakan—sebanyak 1,522 ton jagung basah lengkap dengan janggel berhasil dikumpulkan dari ladang yang dikelola penuh oleh warga setempat.

"Ini bukan sekadar panen, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa," ujar Kapolsek Watumalang di sela kegiatan. Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, kelompok tani, dan kepolisian menjadi pilar penting dalam membangun desa yang mandiri secara pangan.

Hasil panen jagung tersebut rencananya akan dipasarkan dan sebagian diolah sebagai bahan pangan lokal. Langkah ini diharapkan mampu menambah penghasilan masyarakat serta menjadi contoh keberhasilan pertanian skala rumah tangga di lereng pegunungan Wonosobo.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. KWT Jagarasa, yang menjadi motor penggerak kegiatan ini, dinilai berhasil menggerakkan sektor pertanian produktif yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dengan panen ini, Watumalang tak sekadar memanen jagung, tetapi juga menuai harapan untuk kedaulatan pangan di tengah dinamika ekonomi perdesaan.


Polisi Kerahkan 786 Personel Amankan Aksi Istighosah Kemanusiaan Di Demak




Demak - Polres Demak


, Jawa Tengah menyiagakan 786 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol-PP dan Dishub untuk mengamankan 'Aksi Istighosah Kemanusiaan' yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak di depan PT. Polytron Sayung, Minggu (15/6) siang.

"Dari Polres Demak menurunkan 596 personel dibantu TNI, Satpol-PP serta Dishub yang nantinya disiagakan di tiap-tiap titik pengamanan di sekitar lokasi," kata AKBP Ari Cahya Nugraha.

Ari mengatakan, aksi do'a bersama dan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah terkait penanganan banjir rob di Kabupaten Demak itu diperkirakan diikuti 100.000 orang yang melibatkan seluruh elemen NU, mulai dari MWCNU, Ranting NU, hingga Badan Otonom NU, serta masyarakat umum.

Aksi itu dimulai dengan jalan kaki dari Exit Tol Sayung menuju titik banjir rob di depan PT. Polytron Sayung.

"Sesuai surat pemberitahuan dari panitia, acara istighosah kemanusiaan itu di mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB, sehingga kami lakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas agar acara berjalan aman, lancar dan tidak mengganggu arus lalu lintas," ungkapnya.

Sementara itu, terkait rekayasa lalu lintas, Ari menyampaikan bahwa Polres Demak bekerjasama dengan Polrestabes Semarang sudah menentukan jalur alternatif untuk pengendara mobil pribadi maupun truk besar.

"Sebelumnya kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar menghindari Pantura Demak - Semarang saat aksi istighosah kemanusiaan berlangsung guna menghindari ketersendatan arus lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan Kepolisian," ujarnya.

Adapun rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Demak sebagai berikut :

Pengalihan kendaraan truk besar dari arah Kudus ke Semarang melewati Wonosalam - Dempet - Godong - Kebonagung - Gubug - Karangawen - Mranggen - Semarang.

Sedangkan kendaraan pribadi dapat melewati Halte Buyaran - Guntur - Karangawen - Mranggen - Semarang, atau Jembatan Onggorawe - Bulusari Sayung - Mranggen - Semarang.

Ari menuturkan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang mengikuti Aksi Istighosah Kemanusiaan agar tertib dan tidak menggangu para pengguna jalan.

"Kami imbau kepada masyarakat yang mengikuti aksi tersebut maupun yang melewati tempat berlangsungnya acara agar tidak membawa barang-barang berharga, dapat menjaga Kamtibmas dan mematuhi peraturan lalu lintas untuk keselamatan bersama," pungkasnya.

Hasil Panen Sampai Lahan Binaan Sampai Tiga Ton, Bukti Konkret Polisi Banjarnegara Dukung Ketahanan Pangan



Banjarnegara — Kepolisian Sektor Banjarmangu jajaran Polres Banjarnegara memanen jagung lokal dari lahan binaan Polri di Desa Gripit Kecamatan Banjarmangu, Minggu (15/6/2025).

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, SH, SIK, MM melalui Kapolsek Banjarmangu Iptu Ali Purnomo, SH mengatakan, bahwa jagung ditanam di tanah bengkok kades Gripit, luas lahan 800 meter persegi.

"Hasil 3 ton untuk bibit diperoleh mandiri dibeli oleh petani dengan jenis bibit NK212 benih jagung hibdira," katanya di Mapolsek Banjarmangu.

Ia mengungkapkan, kegiatan panen tersebut dilakukan bersama perangkat desa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Banjarmangu. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa," ujar dia.

Panen berjalan lancar dan kondusif, tanpa kendala berarti. 

"Harapan kami, pola pendampingan seperti ini dapat diperluas ke desa-desa lain, agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih luas," kata dia.

Program lahan binaan Polri ini menjadi salah satu bentuk konkret kehadiran institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal, khususnya dalam sektor pertanian.


Polsek Purwareja Klampok Panen Raya  Jagung Hibrida, Hasilnya

BANJARNEGARA,  - Polsek Purwareja Klampok Polres Banjarnegara melakukan panen perdana  jagung jenis Hibrida dan Ungu di lahan perkebunan samping kantor.

Kegiatan ini untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Saat ini pemerintah berkomitmen menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Program ketahanan pangan nasional dilakukan dengan memprioritaskan peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan. 

Guna mendukung program ketahanan pangan tersebut, Pemerintah juga berupaya mendorong proyek food estate atau lumbung pangan nasional di sejumlah daerah.

Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto SH SIK MM melalui Kapolsek Purwareja Klampok Iptu Imam Sanyoto SSos MM menyampaikan untuk kegiatan Panen Raya  Jagung Serentak Tahap I Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan sudah dilakukan pada Rabu (26/2/2025) bulan lalu.

"Kini kita sedang mempersiapkan lahan, untuk penanaman jagung varietas yang sama," jelas Iptu Imam sanyoto, Rabu (5/2025) di kantornya.

Disampaikan juga, hasil panenan tanam perdana hasilnya cukup menggembirakan sehingga banyak petani tertarik untuk menanam jagung jenis Hibrida dan agung ungu.

Panen perdana juga dihadiri, Forkopimcam, Koordinator penyuluh BPP Pertanian, kepala desa se Kecamatan Purwareja Klampok dan segenap anggota Polsek Purwareja Klampok, Banjarnegara. 




Saturday, June 14, 2025

Jagung Lokal Tumbuh Subur di Binaan Polri Polsek Mojotengah

WONOSOBO — Kepolisian Sektor Mojotengah memanen jagung lokal dari lahan binaan Polri di Dusun Pesindon, Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Jumat pagi, 23 Mei 2025. Panen yang dilakukan di atas lahan seluas 0,1 hektare ini menghasilkan sekitar 780 kilogram jagung tongkol.

Kapolsek Mojotengah, Komisaris Polisi Sanyoto, memimpin langsung kegiatan panen tersebut bersama perangkat desa Candirejo dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Mojotengah. "Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa," ujar Kompol Sanyoto saat ditemui di lokasi.

Jagung yang dipanen merupakan varietas lokal komposit yang ditanam di lahan milik Sabiran, seorang petani setempat. Metode tanam dilakukan secara tradisional di ladang terbuka, dengan masa tanam dimulai pada Januari 2025. Panen dilakukan sesuai estimasi pada akhir Mei.

Menurut catatan yang dilaporkan kepada Kapolres Wonosobo, hasil panen ini masih berupa tongkol dan belum melalui proses pengeringan atau perontokan. Meski demikian, panen perdana ini dinilai cukup menjanjikan dan menjadi cerminan keberhasilan kerja sama antara Polri dan masyarakat dalam penguatan sektor pertanian di pedesaan.

Kegiatan berjalan lancar dan kondusif, tanpa kendala berarti. "Harapan kami, pola pendampingan seperti ini dapat diperluas ke desa-desa lain, agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih luas," tambah Sanyoto.

Program lahan binaan Polri ini menjadi salah satu bentuk konkret kehadiran institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal, khususnya dalam sektor pertanian.


Dua Hari Menemani Warga Manggarai Barat, Tim Trauma Healing Polda Jateng Bantu Pulihkan Kekuatan Psikologis Warga Terdampar Gempa

Polda Jateng – Kota Semarang | Bagi warga yang mengalami bencana, gempa mungkin telah berhenti. Namun rasa takut, cemas d...